__

Friday, September 7, 2012



Andai aku masih punya sepasang kaki keberanian untuk mencintaimu...
Manakala langit hitam berjelaga tak memberiku waktu.
Menciumi wangi dan lembutmu semasa bibir kita terkunci, tanpa kata...
Meski telah berulang2 ku hempas wujudmu dalam khayal!
Ya, aku masih saja mencintaimu...
...Begitu dan selalu begitu...

selalu ingin ku berjalan bersamamu, namun tak pernah bisa
karena ikatan itu telah membatasi segala prilaku-ku
walau kadang rinduku padamu tak terbelenggu

...sering aku datang ke serambi hatimu. Berharap sedetik saja kau datang lalu memeluku. Namun ikatanmu menjauhkan ragamu dari aku tapi tidak hatimu! Andai dapat ku kawinkan waktu dg harap, mungkin saat ini tubuhmu dapat ku dekap erat. Meski hanya sekejap. Ya, hanya sekejap!

kembali kudengarkan senandung lirih itu, saat kerinduan akan dirimu semakin deras. samar terdengar dari jauh petikan gitarmu itu. ingin ku berlari merengkuh tubuhmu dalam dekapanku meski hanya sesaat sekedar memuaskan rinduku yang begitu tertatih-tatih...

Resah bayangi anganku, ketika khayal yg menari dipelupuk mataku, membias nanar sekilas tatap matamu, yang membiusku dlm segala rona indahmu. Ingin ku bebaskan hasrat yg menggebu, ingin aku mrengkuhmu, merasakan rindu yg menggeliat di detak jantungmu. Rasa yg semakin meradang, sukma yg tersihir oleh raga yg memikat pandang. Terasa hampa kala berangan tanpa tujuan. Wajahmu membawaku lagi dalam lamunan rindu kelabu...

...mizzu'

setetes air mata jatuh dari langit, entah milik siapa. membasahi tanah yang kering dan menjadi lembab. dikesunyianku, aku melihat hujan dari segala hujan yang melahirkan sebuah renungan dan perlahan memecah dalam kebekuan hatiku. dingin menyempurnakan rinduku kali ini. hampa tak bertuan....aku tak bisa kemana untuk entah kapan nanti

---mziu too---

...waktu akan mempertemukan aku dan kamu, suatu saat nanti...
Sebab bertemu dg mu, aku seperti kosong yg bertemu isi, seperti api yg memeluk kayu, seperti laut yg selalu ditemani ombak. Jika waktu itu datang akan ku sematkan cincin yg terbuat dari hatimu dan hatiku, agar kau tau betapa aku mencintaimu...dari dulu'

cukuplah…
biar saja aku disini bersama sunyi. menghitung setiap butir rinai hujan yg membekukan diri. krn aku tak mampu berbuat apa² disaat kau memilih berlalu, aku hanya mampu membeku disamping kesunyian.

biarlah semuanya menjadi kenangan yg membentang disepanjang jalan yg tampak mulai membeku, mungkin kau tak cukup mengerti tentang rinai hujan yg turun membekukan diri. aku tak meminta apapun dan kaupun tak perlu memberi kehidupanmu padaku dan kesunyian....

...kepingan sunyiku bserakan diantara beranda risau. Tak mampu ku menyapu pedih dalam ruang yg bungkam. Dan penatku pun menjerit diantara kosongnya hati,
tanpamu...

ada banyak rindu untuk kuserahkan padamu. tapi belenggu ini susah untuk kulepas. hari²ku tanpamu adalah kesunyian yg abadi, sunyi yg kekal, sunyi yg membuatku terluka. Luka yg teramat dalam. sayang, kutitipkan tulisan ini pada senja. aku tahu, senja akan menyampaikannya padamu. krn setiap hari dia berpapasan denganmu. aku tahu, kau takkan pernah datang lagi dlm hari²ku, tapi itu tak penting. asal engkau tahu, knp sebab aku tak lagi menemuimu.

salamku untuk lagu dan gitar, sahabat setiamu dlm kesunyian...maafkan aku...

Aku rapuh tanpamu,
aku jenuh tanpamu,
aku hilang tanpamu,
aku rengsa tanpamu.
Aku tak ingin lagi tanpamu!...
Aku ingin setiap detik bersamamu.
Dan bukan, tanpamu...

aku pun rapuh
tapi meski aku rapuh dalam langkah, dilelahnya jiwa dan resahnya airmata namun cinta dalam jiwa cinta tak pernah lelah mencoba menguatkanku...
mencintaimu adalah bahagiaku karena memilikimu dalam hati
mencintaimu adalah sedihku karena kita sering terpisah
hanya sekeping kepercayaan ku titipkan untukmu jagalah dengan kecintaan jangan biarkan pecah berserakan

...sepi saupi sepa saupa, tak ada rindu yg menyepi. Tak ada cinta yg menyapa. Angin datanglah, bintang berkumpulah. Mari kita rayakan hari dimana diam adalah raja!

Bulan tertawa, melihatku terpaku menatap selembar sketsa wajahmu yg ku lukis diatas kanvas biru...

Aku rindu!...
Ya, aku rindu!
Tak sadarkah kamu? Bahwa telah ku lumat habis waktu tanpa sisa, demi untuk mendekapmu semalam saja? Atau haruskah aku berlutut dkaki langit, hanya utk dapat mengecupmu sekali saja?
Ah sudahlah! Lupakan inginku, abaikan rasaku sebab telah ku cintai kamu dg caraku, dg cara bagaimana ketulusan itu membimbingku. Cinta tidak melepas apa yg ingin kita genggam juga tidak menggenggam yg ingin kita lepas. Cinta itu membebaskan. Mencintai Tuhan sekaligus mahluknya bukanlah kesalahan!
Jadi???

...jadi salahkah aku bila mencintaimu?!

[...satu kebahagiaan yg terindah yg pernah kumiliki adalah bersamamu menempati cinta dalam satu hati...]

Chienta, bahagiaku dpt mendengar renyah suaramu malam ini, bebas tawamu jg lembutmu pun terpancar jelas meski jarak mbentang diantara kita.

Jantungku berdegup kencang. Aliran darahku mengalir deras. Nadiku berdenyut memburu.
Lamunanku pudar, sepiku pun hilang.
Mencintaimu pada satu hati yg ku yakini adl hal terindah yg pernah ada.
Merindukanmu pada tiap detik yg berlalu adlh masa yg berarti dlm hidupku.

Terima kasih chienta, sebab telah kau torehkan lagi warna dselembar kertasku yg usang.
Membuat kelabu itu pudar berganti pelangi.

Selamat tidur chienta, aku akan selalu menjagamu dari kejauhan...

chie and giel :
untuk apa aku cemburu jika hanya membuatmu menjauh dariku pun untuk apa aku curiga jika itu hanya membuatmu tersiksa. rasa itu untuk d'rasakan dan bukan untuk d'paksakan...maka nikmati sajalah...

Happy b'day keGIELaanKu Tu ....





Ketika cinta adalah luka
mengais duka, merajai nestapa
diantara dentuman tangis dan airmata
aku meringkuk dalam kesendirian tanpa rasa

...Rindu yang kini berubah menjadi sembilu,
seperti mengiris urat nadiku satu persatu.
Mungkinkah ini akhir dari rasaku
yang dulu pernah menjadi lilin penerang hatiku?

Ah Tuhan, kenapa kau pertemukan aku dan dia
kenapa semuanya terasa indah diawal mula
kini hanya menjadi sesal yang berujung pada tombak kecewa
aku terluka sangat terluka.

Pada titik nadir aku bertanya, akankah rasa ku ini mati ya Jiwa?
seiring waktu yang tak akan pernah diam apalagi berhenti?
Atau akankah rindu hanya akan menjadi benalu dalam kalbu yang membiru?
Ah sudahlah persetan dengan rasa, setan saja tak punya rasa!
Ya, itu saja!


malam bidadari tanpa sayap
aku kembali dengan tumpukan kata
dan memandangmu dari tempat
yang dapat kau lihat
mengatakan padamu dengan sejuta mantra
bahwa aku selalu cinta

kemana saja kau mengembara duhai bidadari bertandukku
aku berharap kau merasakan
semua kelelahan yang aku rasakan
dari sebuah pengendalian
agar aku tak selalu tersiksa sendirian
dan cinta pun tak terbumikan

puisiku ada dan mengalir dengan rasa
tidak cuma kata
jika tak percaya tanyakan saja pada angin
sebab ia yang selalu menemani sepi yang mengigit
seperti malam ini

dingin yang mengigit pada pagi yang begitu buta
dinding-dinding mulai sepi
tembokpun mulai kedinginan
lalu menyerahlah dalam mimpiku
perlahan mimpi-mimpi mulai mengendap
menikamku dari belakang
dalam kesunyian yang hening
aku dibunuh para mimpi
dan haripun lengkaplah malam
ketika aku mencoba menutup mata
tergolek pasrah berendam dalam mimpi-mimpi malam

sendiri aku tapaki sedih yang mendidih
kembali aku berjalan pada ketidakpastian yang pedih
diam…lagi-lagi hanya itu yang aku bisa
begitupun bulan yang mulai enggan
menunjukan kemerlap bintang


kilas balik antara chienta dan kegielaan'a
@ margocity of angel, 30 juni 2010 [21:05]




Bila ada yang menangis di antara kita, itu mungkin kau, tapi mungkin juga aku. Aku tak tahu bagaimana memulai perbincangan ini, karena seolah kata ini telah menjadi basi bahkan sebelum sempat diucapkan. Sayang, aku tak tahu apa aku masih pantas untuk memanggilmu sayang sedang aku telah menjadikanmu yang terluka dan terpukul.

Aku pikir kau telah mengenaliku, sebab setiap kali napas kita memburu sejak hari hari yang lalu, selalu saja menyatukan kau dan aku. Tidakkah riak-riak lampu kota sepanjang jalan, sepanjang badan, adalah sepanjang cinta kita?

Kau, yang kini masih terluka berbalut salju dalam badai. Aku masih sayang kamu dan akan tetap seperti itu. Jangan pernah ragu, biarlah malam ini kita didera sepi, mengobati luka sendiri.
Ketika ikatan itu diikrarkan jangan kau serapahi malaikat-malaikat yang pernah hadir pada hari pertunangan itu. Jangan kau perintahkan angin untuk membatalkan gaun pernikahan yang bahkan belum disulam oleh awan. Jangan kau sampaikan salam duka pada peri-peri yang tengah menyirami melati untuk kelak diambil kuncupnya dijadikan ronce. Jangan kau kabarkan pada peri-peri di langit untuk menyimpan kado pelangi untukmu. karena ikatan itu telah ada dan telah diikrarkan.

Asamu pupus dan aku tahu itu. Hatimu hancur menjelma menjadi karang-karang pantai yang terus dihantam ombak pasang, yang terasa perih setiap kali dijilat asinnya air laut. Ingin kau bersembunyi dalam bumi menjelma menjadi daun wortel, tapi daun wortel terlalu lemah. Ia selalu saja menjerit setiap kali ada pahlawan tak dikenal yang tertembak mati tersungkur ke tanah.

Ingin kau menjelma jadi kunang, tapi cahaya kunang selalu kalah terang dengan lampu-lampu kota. Ingin kau sekokoh piramid. Ingin kau segarang dunia dan batu-batu. Tapi yang kini terasa olehmu hanyalah sesak dalam dada. Seperti ditindih batu besar berulang-ulang. Itu luka, pedih, perih, mengapa selalu saja kau yang punya ???.

Izinkanlah bidadari lain membasuh lukamu itu. Menggambar cinta pada langit bahagiamu. Memberi kecupan pada daun wortel gundah gulanamu. Membaui pada suci tubuhmu. Melukis pada gerak elok lambaian tanganmu. Menghitung sayang pada setiap helai rambutmu. Ini kupinjamkan sayapku biar menjadi pengganti sayap patahmu.

Ku minta tersenyumlah selalu untuk kebahagianmu dan kebahagiaanku…


dari sebuah catatan usang d'bulan juli 2002 menuju februari 2004 untuk februari 2011




Tak perlu kau jabarkan lagi arti luka itu!
Pun tak ada guna kau jelaskan padaku tentang sungai airmata yang mengalir di pipimu!
Ya, aku tau.
Aku tau yang terdalam dihatimu..
Sebab aku telah lihai memaknai tiap lekuk indah kecewamu.
Aku yang terdalam di dalam jiwamu,
juga aku yang mengenalmu jauh sebelum aku bertemu denganmu.
Sebab hanya aku yang sanggup memeluk seluruh dingin dan beku rasamu.
Ya, aku!

Adalah aku sebuah kata dari penulis yang terbuang!
Ditengah gegap gempita rasa yang melayang!
Pada badai yang menerjang jutaan masa yang telah usang!
Ditengah siang, yang garang melukis tawa dengan arang yg menghitam legam!

Ya, adalah aku sebuah kata dari penulis yang terbuang.
menelan tiap lembar rindu yang terbang lalu menghilang.
Tapi apa artinya rasa, dibalik kata yang semu lalu kemudian menjadi kelu?
Ah sudahlah, tanpa perlu lagi ada airmata!
sebab rasa ini telah kosong oleh jutaan duka dan kecewa
menjerat logika hingga waktu dan dusta adalah luka!

Depok, 06.07.2010

GieL




Lukamu luruh menggelontorkan rasa dan semesta harap.
Pada kerling mata senja, ku ajak kau berdansa.
Menikmati teduh dan damainya rasa...

Meski tanpa cinta dan rayuan yg memuakan kita!
[kita?]
Ya! Kau dan aku!

Ah entah dimana letak logika, ketika ego memenjarakan rasa!
Rapuh tanpa daya.
Kau dan aku bisa apa?!
Kalau bukan menundukan kepala kepada Sang Pencipta, seraya mengucapkan doa pengampunan dosa atas rasa yg terbuang percuma...

Pada waktu aku mengadu.
Pada keluh aku mengeluh.
Pada Tuhan aku bertahan.

Atas nama rasa,
...aku rengsa!

GieL
Depok, 08.07.10
[17:48]




09 Juli 2010 jam 11:35
Kau katakan padaku, aku bajingan?!
Kau katakan padaku, aku bodoh?!
Suck!
Apa itu cinta?
Dimana letak cinta ketika kasar adalah bagian dari kata?
Hey kamu!
Ya kamu!
Resapi itu dalam diam, tak perlu hingar!
Sabar!

Muak aku pada kata yang mudah kau cipta lalu kemudian kau hempas begitu saja!
Tak cukupkah kau buat aku terluka?
Hah?!
Tak cukupkah?!

Teman, tolong ajari aku bagaimana menjadi marah!
Ketika sabar tak lagi ada, dan murka menjadi raja dari segala raja!
Tolong beri aku bait tentang kata kasar yg mampu menampar wajah dengan penuh kebencian!
Tapi teman, bolehkah aku menjadi marah?
Sekali saja!
Ya, sekali saja!
Bolehkah?!




cerita usang yang telah usai
Bagikan
09 Juli 2010 jam 20:58
Rasanya tak perlu lagi aku mencari tau, penyebab kaca menjadi pecah.
Sejak Kepulangan kalian aku tak lagi mengenal kalian sebagai apapun,
berbicara denganku pun rasanya kalian mulai enggan.
menghindar dan selalu sibuk, hanya itu yang aku dapatkan dari kalian.
dan aku tak mampu berbuat apapun disaat kalian memilih berlalu
meninggalkan sebuah tanya disudut ruang.
kalian telah menyakitiku lebih dari yang kalian tau.

aku tak pernah meminta apapun dari kalian
jika memang kehadiranku hanya menjadi duri diantara kalian
aku akan pergi ketepian, memandang dari kejauhan
kalian yang bermain dengan gelak dan tawa.

Senja ini, aku menemukan jawaban atas pertanyaan yang mengekang
mungkin memang demikian kejadian yang harus terjadi
mungkin memang tak ada yang pantas membuat aku ada di antara kalian

jika kalian ingin pergi, pergilah…tak perlu menggunjingkanku dari belakang.




sejenak ku termenung ketika keretaku berhenti tepat d'depan kursi tunggu yg sempat kita duduki 2 bulan yg lalu. kenapa harus ada airmata atas kerinduan itu ketika aku menatap Langit Senja bersama Debur Ombak?

CHIEnta @ Red Bean, Margocity of angel 10.07.10 [14:30]

gak semua langit secerah tampak'a, aku belajar bagaimana menghargai rasa yg mati tergores luka.
udah itu aja ye...!

Ricco @ Old Caffee, margocity of angel 10.07.10 [18:00]

aku memasak kata dalam diam
pada senja yg hening aku menatapmu
keindahan atas kerinduan yg tertahan sekian tahun lalu
bersama hujan aku tertawa, menapaki jejak pelangi d'atas deburan ombak
tanpa muak dan jengah yg sempat mengurung rasa.
Tuhan, hari ini aku bahagia. Makasih ya!

atas nama rasa Langit Senja dan keGIELaan'a @ Old Caffee, margocity of angel 10.07.10 [18:12]




Salahkah aku bila aku mencintaimu?
Meski itu hanya dalam diamku!
Walau jarak memisahkan kau dan aku!
Dan ikatan itu membelenggu hatimu?
Salahkah aku?
...
Dosakah aku bila aku ingin memelukmu?
Walau itu hanya dalam inginku!
Meski raga memisahkan kau dan aku!
Dan janji itu mengikat rasamu?
Dosakah aku?

Bagaimana aku bisa beranjak dari hatimu, jika setiap kali ku melangkah selalu ada senyum mu yg terukir indah di segala inginku.
Hadirmu mampu merobohkan dinding angkuh yg ku bangun dalam ruang kesendirianku.

♥ you!


Terima kasih telah membuatku tersentak di pagi hari & membuat aku seperti sepah di hatimu. Santunku untukmu, yg telah menamparku dgn sikap diammu. Maafku untukmu, krn aku tak pernah bisa menjadi perempuan sempurna di matamu. Nikmatilah kesedihanku, senyumilah deritaku dgn sesukamu & rinduilah aku semampumu sampai aku benar-benar mati oleh semua rasamu...
Dan kau pun berlalu tanpa menimbang rasa, ketika rasaku telah kubagikan padamu sebagian...
Dan kau tlah membuatku menyesal krn ku telah memilih dirimu utk memiliki rasaku.....
Rasa yg ku pendam terlalu berat tuk disampaikan..,
mimpi yg takan tergapai...
Aku tak pernah membayangkan, bahwa kesetiaanku kpdmu akan berujung pada kepedihan seperti ini. Ya Allah Ya Rabbi. Kami yakin, berkah sesungguhnya adalah pada cinta-Mu kepada kami. Kami merindukan cinta-Mu
Kubiarkan air mata ini utk membasuh semua luka-lukaku...

Dan tanamkanlah selalu ke IKHLAS an di hati kami ya ALLAH agar bisa menikmati semua kepedihan ini, berserah diri hanya kepadaMU...

Hanya KAU lah satu-satu nya KEKASIH yg paling SEMPURNA ya ALLAH... Berikan kami cahaya terang MU..
Aku telah menimbang rasa itu ketika tak ada lagi dirimu menyelimuti hatiku, semuanya telah berlalu... Maafkan aku yang telah menumpahkan tinta hitam yang tak terhapus dihatimu...
Santunku dan maafku telah ku ikrarkan jauh sebelum kita bertemu. Terima kasih telah menorehkan sembilu, menciptakan duka dan membangkitkan gundah di hatiku ketika dia yg terpilih kau hadirkan lewat ucapanmu...

0 comments:

Post a Comment

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut

Footer Text

Labels

Menu